Merayakan Ulang Tahun di Gubug Mang Engking
Gubug Makan Mang Engking, Jamur, Sendangrejo, Minggir, Sleman,
Flexi: 0274-7489732, HP: 085868020045

Minggu, 17 Mei 2009, saya dan Mas Eko sekeluarga makan siang di Mang Engking. Kami dalam perjalanan pulang setelah mengantarkan rombongan keluarga melakukan lamaran di Purworejo. Kebetulan hari ini bertepatan dengan ulang tahunku, dan saya ingin mengajak keluarga makan siang di Gubug Mang Engking.
Papan Nama Mang Engking
Warung makan Gubug Mang Engking adalah rumah makan yang sangat terkenal sebagai spesialis masakan udang galah di Yogyakarta. Rumah makan ini terletak di Jamur, Sendangrejo, Minggir, Sleman, didirikan oleh Bapak Engking Sholikhin dengan menu andalan berupa udang bakar madu.
Sebagai menu andalan, sekilo udang bakar madu disajikan dalam 8 tusuk sate udang yang masing-masing terdiri dari 5 ekor udang. Sedangkan menu udang yang lain adalah udang goreng, asam manis, saos tiram dan udang rebus, yang dibagi dalam ukuran udang super [sekilo terdiri dari 12 ekor] dan udang udang standart [sekilo terdiri dari 30 ekor].
mBakar udang.
Disamping menu udang, Mang Engking juga menyajikan menu yang lain seperti gurame dan kepiting, sedangkan sayurnya sayur asem, kangkung tumis dan karedok.
Daftar Menu.
Kami memesan sekilo udang bakar madu, setengah kilo udang goreng dan setengah kilo udang asam manis. Ibunya Afa yang tidak mau udang memesan gurame bumbu cobek. Untuk minumanannya, ang special pada hari ini hanya es cincau, jadi sebagian besar kami memesan es cincau, sedangkan yang lain pesan lemon tea panas.
Sambil menunggu pesanan datang, kami bermain gethek di kolam yang ada di sebelah barat saung kami. Afa, Alka, Ichang dan Mas Eko mneikmati permainan ini, mereka terlihat bergembira.
Afa, Mas Eko, Alka dan Ichang bermain Gethek
Tidak berapa lama setelah kami memesan, makan kami sudah datang, cukup cepat. Saya sempat mengambil foto-foto makanan sebelum kami nikmati, seperti gambar di bawah. Dari tampilannya terbayang citarasa dan kenikmatannya.
Udang Bakar Madu
Udang Goreng
Udang Asam Manis
Gurame Goreng Bumbu Cobek
Es Cincau
Meskipun kami sudah makan siang, penampilan makanan yang menarik membangkitkan selera makan kami. Dan kami pun segera menikmati.
Mas Eko Menikmati Makanan
Afa Menikmati Udang
Menikmati Makanan
Menikmati Makanan 2
Menurut saya udang bakar madunya enak, udang gorengnya gurih dan asam manisnya lezat dan es cincaunya juga enak. Suasananya saungnya nyaman, pelayananan cepat dan ramah, harga reasonable. Reccomended untuk dikunjungi.
Setelah selesai makan, anak-anak bermain di kolam, memberi makan ikan dengan kepala dan kulit udang. Anak-anak terlihat menikmati aktivitas ini, bahkan nasi pun diberikan untuk menjadi makanan ikan.
Ngasih Makan Ikan
Apalagi ditambah dengan fasilitas bermain seperti gethek, taman bermain, dan kolam ikan yang ikannya jinak-jinak dan mau dikasih makan, sangat cocok untuk liburan keluarga sekaligus makan siang. Bersembilan kami habis 355.000, relatif murah untuk makan siang dengan cita rasa istimewa yang kami nikmati. [by kom]
DAFTAR HARGA:
1. Udang Super:
- Udang Bakar Madu : Rp. 127.000/kg
- Udang Goreng, Udang Asam Manis, Udang Saos Tiram, Udang Rebus : Rp. 119.000/kg
2. Udang Standar:
- Udang Bakar Madu : Rp. 114.000/kg
- Udang Goreng, Udang Asam Manis, Udang Saos Tiram, Udang Rebus : Rp. 107.000/kg
3. Kepiting:
- Saos Tiram, Asam Manis, Goreng, Rebus : Rp. 92.500,00/kg
4. Ikan Gurame:
- Goreng, Asam Manis, Goreng Bumbu Cobek, Bakar: Besar: 54.500,00/ kg, Sedang: 44.500,00/kg, Kecil : 34.500,00/kg
Peta Lokasi Gubug Mang Engking:
Lokasi Gubug Mang Engking
(Klik untuk detail Peta)
REFERENSI LAIN MENGENAI MANG ENGKING:
1. Mang Ade (Resto Mang Engking) : “Yang penting berani memulai”
2. Mantapnya Udang Galah Bakar Madu Mang Engking
3. Mang Engking, Andalan Udang Galah
4. Udang ‘Genit’ Racikan Mang Engking
5. Resep Warisan Leluhur
6. Mang Engking dan Lexus














May 25, 2009 at 5:03 pm
Mestine enak, tapi regane ya lumayan nggo Yogya.Nek ngejak wong lima entek piro ya?
May 25, 2009 at 5:10 pm
Pak Otto,
Kalau berenam mungkin habis sekitar 200-250an, per orang kira-kira habis 40 ribu. Kemarin saya bersembilan habis 355 ribu, dah puas makan di sana dan dan masih ada yang di bungkus.
Harga di Mang Engking ini kira-kira setengahnya harga di Ikan Bakar Jimbaran yang jalan damai.
May 26, 2009 at 2:32 am
salam
Mantap euiyw…
Ada geteknya ya sekarang?
Beberapa bulan lalu aku juga ke mang engking yang di depok UI jakarta
tampilan udangnya lain deh
rasanya kayaknya sama
sudah lihat to mas ?
tak muat di blogku
http://eshape.wordpress.com/2009/03/29/resto-mang-engking-cek-balik/
Salam
May 26, 2009 at 9:29 am
Betul Pak Dhe,
memang sudah ada getheknya kok.. kemarin ada beberapa gethek, cuman sayangnya waktu main gethek sebentar karena pesanan keburu datang.
Barusan saya baca blognya Pak Dhe, keren euy.. tak masukkin ke referensi lain ya?
June 5, 2009 at 8:42 am
Blog yang mana?
Aku sekarang sedang ditantang untuk upload foto yang dibuat dengan ponsel
Kasih komentar ya di http://fotografiponsel.com/
Salam
May 26, 2009 at 8:41 am
mas, saya bukan orang Jogya, jadi mbok ya bisa dikasih tau ancar2 lokasinya kl mau menuju kesana…
saya cukup sering ke jogya kl ada waktu, dan hobby saya berdua sama istri memang jalan2 (pakai mobil, nyopir sendiri) dan makan….. jd begitu ada info tentang jalan dan tempat makan baru, pasti deh selalu berusaha suatu saat harus dicoba…hehe.
kemarin ini tgl 22 – 23 Mei saya ke jogya cari2 tempat makan yg belum pernah saya coba, seandainya info ini saya ketahui sebelumnya pasti deh saya cari sampai ketemu… sayang baru dpt info sekarang… ya next time lah…
salam,
JP & ny, Bandung.
May 26, 2009 at 9:25 am
Pak JP,
wah maaf kalau postingannya terlambat.. soalnya akhir pekan kemarin saua masih di Pagilaran dan ndak punya akses internet.
Ancar-ancar lokasinya kira-kira sbb:
Dari arah Jogja/ Tugu ke arah Barat, melewati jalan Godean, sampai perempatan pasar Godean masih ke Barat lagi kira2 1,5 km akam ketemu dengan perempatan lalu belok kanan menuju arah Tempel. Terus mengikuti jalan ke arah Tempel kira-kira 4-5 km akan terlihat banyak tambak-tambak udang di antara areal persawahan di pinggir jalan ini. Di pinggir jalan ini sudah ada papan petunjuk ke arah Gubug Mang Engking.
Sebagai pegangan, alamat Mang Engking ini Jamur, Sendangrejo, Minggir, Sleman.
January 28, 2010 at 4:39 pm
sekarang blognya sudah dipasangin petanya tuh
hehehe…selamat ya mas Tomo
makin mantap deh…
sakses dunia akhirat
amin
January 29, 2010 at 11:18 am
Ya perbaikan sedikit demi sedikit Pak Dhe, mudah2an suatu saat bisa jadi blog yang layak dikunjungi
May 26, 2009 at 9:55 am
Wah kalo yg ini mah tidak diragukan hehe..sampe kulit udangnya di cecepin (diemut) sampe ilang madunya xixi..
“El”
May 26, 2009 at 9:56 am
Udang Mak Enging ini yg ada kolam renangnya itu bukan Mo?
Makanannya memang enak. Tapi mahal euih.
Jaman kuliah dulu kayaknya Ninit aja udah mahal deh.
Sekarang kok banyak banget makanan yg mahal2 di Jogja ya?
salam,
-bank al-
May 26, 2009 at 9:58 am
Dulu iya, tapi sekarang udah pindah Bank. Sekarang ada 2 lokasi. Yang
diceritakan Paklik Komo itu kayaknya lokasi yang jauh dari Yogya. Yang
dulu ada kolam renangnya itu pindah ke Soragan. Masih di daerah jalan
Godean juga.
Dulu iya, tapi sekarang udah pindah Bank. Sekarang ada 2 lokasi. Yang
diceritakan Paklik Komo itu kayaknya lokasi yang jauh dari Yogya. Yang
dulu ada kolam renangnya itu pindah ke Soragan. Masih di daerah jalan
Godean juga.
May 26, 2009 at 10:17 am
Betul Om Albert, yang saya datangi kemarin yang di Minggir, yang cukup jauh dari Jogja.
kalau ndak salah, pada tahun 2007, Mang Engking menggandeng Banyu Mili Resto untuk membuka rumah makan di kompleks Griya Mahkota Regency. Setelah Banyu Mili Resto menangkap peluang untuk berdiri sendiri, akhirnya kerjasama ini bubar dan Mang Engking membuka Gubug Makan Mang Engking Soragan Castle. Nama soragan castle dipakai karena di sana sudah berdiri sebuah bangunan megah menyerupai sebuah istana yang dulunya dipergunakan untuk restoran asing.
May 26, 2009 at 10:00 am
Yang ada kolam renangnya, letaknya di Jalan Godean itu namanya Banyumili..
Ada udang bakar madunya juga (dan menurut saya lebih enak daripada Mang Engking)
Mang Engking di Jalan Godean juga ada, tapi letaknya di deket Mirota Godean, dan ndak ada kolam renangnya, plus ada gedung kastilnya..
Begitu setau sayah..
Banyumili lebih mahal daripada Mang Engking..
May 26, 2009 at 10:02 am
esuk2 wis marai ngiler ki…
gak kuku deh ngebayangin udang bakar madu disantap msh ngepul asepnya,
nasinya rojolele pandan wangi
disantap pake kuah asam manis
May 26, 2009 at 10:03 am
Mo,
Dirimu bikin aku ngelih wae ki…syusyah program diet-ku neh…
Tapi, mengenai Mang Engking, aku setuju berat…rodho angel nggolek-i nggon-e, tapi worth. Kalau aku sih, pesen paket saja, nggak usah puyeng2. Size? Super jumbo he he
Dan, one little secret, bilang saja, yang rekomendasi untuk datang kesini MAS KANJENG LATIF, langsung ke Mang Engking yo, diskount spesial he he…
BSM
May 26, 2009 at 10:15 am
Mas BSM.
thanks infonya, nanti kalau Pak Ustadz ALS mudik ke Jogja tak minta traktir ke Mang Engking ini…
Kalau Mas BSM kapan ke Jogja?
May 26, 2009 at 10:04 am
Kalo mas Kanjeng Latif ke Yogja, aku nitip urang yaa…
Susah cari yang ginian di KL…:)
AdiT
May 26, 2009 at 10:04 am
Mas BSM.
Lagi, ada ketika buat kita bersetuju. Apalagi provokatornya Latief ( Wonosobo toh? ).
Hanya seperti anda bilang, golekanne ndak gampang. Bisa lebih dijelaskan?
Memang, sudah dibilang Minggir sih…ning nek kebacut rak nyok kecemplung apaaa gitu !
Tapi bener kan huenakk…gak kaya sate bebeknya mang Encus di kulon Gombong itu ( menurut saya lho, wong mik krasa kecaaap ae )
Lha yo nang Minggir, Sleman ,kok sing terkenal Mang Engking , kan nyalawadi…
Tararenkyu.
DK’65
May 26, 2009 at 10:08 am
Gubug Mang Engking juga ada di Depok, di kampus UI, tp yg ke arah Asrama UI. Makanan dan viewnya sama dgn yg di Yogya. tapi soal service/ pelayanan…ya sama juga…. sama-sama lelet dan ngeles terus..jadi sebelllll… typical resto tradisional yang kurang profesional, kali ya. Untuk Gubug Mang Engking, mohon dibenahi pelayanan thd customernya. I like Udang Bakar Madu..yummy.
May 26, 2009 at 10:26 am
Kalo kami kemaren maen perahu kano indian di kolamnya…
rencana mau mengembangkan maenan tersebut disana ikuti fotonya di http://www.thetrekkers.com/blog
salam
Ferri Iskandar
http://www.thetrekkers.com/blog
May 26, 2009 at 11:04 am
Ada dua Mak Engking..yg ga suka ribet2, bisa datang ke gubuk Mak Engking yang ada di jl godean (klo dari arah jogja, kiri jalan). Cuman saya ga rekomendasiin..karena saya pernah coba dan sptnya ikan ato udang yang disajikan tidak seger dari kolam, melainkan sudah digoreng terlebih dahulu. Yang di jalan godean ini sptnya kalah pamor dengan Resto banyu mili (ironisnya dulu dikelola Mak engking juga, kemudian diambil alih oleh pengelola laen, jadilah Banyu Mili ini).
. Di samping gubuk Mak Engking ada resto serupa namanya pondok tujuh..lupa persisnya.
Gubuk Mak engking lebih enak yang letaknya jauhhhh minggir ke tengah sawah daerah mana ya saya juga ga tau namanya hehe..ancer-ancernya perempatan pasar godean masih terus ke barat sampai ketemu perempatan lagi baru belok kanan. Waspada..karena sebelum panjenengan semua sampe ke tempat tujuan, bisa saja salah belok ke resto serupa. Ada 2 resto serupa sptnya, pondok udang I dan II. Kalau sudah nyampe di gubuk Mak Engking, perlu hati2 juga jangan sampe salah belok
Sepengamatan saya, gubuk Mak Engking akan ramai hanya pada saat musim liburan sekolah. Kalo hari-hari biasa, sepiii…bahkan ada beberapa gubuk yang tidak terawat, dan kita sama pengelola, tidak dianjurkan masuk ke gubuk itu karena kotor dan ga pernah dipakai. Gubuk2 itu akan dimanfaatkan lagi pada saat kunjungan rame…
WiD92
May 27, 2009 at 6:45 pm
Apa yg dimaksud prapatan Gedongan keutara, desa nDaratan terus kalau keutara lewat jembatan kaki seribu /talang selokan mentaram??
Waaah…minggir tenannn…
DK
May 26, 2009 at 11:05 am
Wid,
Sampeyan nanti bisa dituntut njajak-ke wong sak kampus lho….
Kalau “MAK” itu pakai jarik
Kalau “MANG” itu paling pol pakai sarung.
Jangan ngganti2 nama sembarangan, nanti dituntut “Propietary Rights” lho….
Perlu bukti? Hayo…rame2 ke Mak uupsss…nuwun sewu, Mang Engking…Widodo bandar-e…
Komo, dicatet yo ….
BSM
May 26, 2009 at 11:18 am
Hehehe..bener juga ya..yg betul Mang Engking. Monggo loh klo mau bareng2 kesitu..dengan senang hati jadi bandar. Diset saja tanggal berapa gitu biar saya bisa menyesuaikan dr sini harus berangkat kapan..klo bulan Juli saya ga bisa..mau trekjing2..sumonggo di-follow up
WiD92
May 26, 2009 at 11:07 am
Kami udah nyoba yg di dekat Mirota Kampus Jl. Godean.
Agak kecewa karena rasanya ternyata tidak seenak preview2-nya.
Harganya.. memang tidak murah
May 26, 2009 at 11:14 am
Kang Bono dan rekans,
saya sendiri belum pernah nyoba ke yang di jalan Godean, butuh effort je makan udang kie, soale Ibunya Afa ndak mau makan udang.
Menurt Kang Bono apa yang membuat Mang Engking di jalan Godean mengecewakan? Apakah karena tidak bisa menjaga kualitas seperti di warung yang pertama? Kalah bersaing dengan Banyumili? Atau tidak siap melakukan improvement untuk memenuhi selera pelanggan?
May 26, 2009 at 12:16 pm
Knp ya Mas, mgkn krn madunya malah ‘mengganggu’ rasa si udang sendiri… FYI saya senang makan udang, tapi memang bukan penggemar makanan dibakar.
Menurut istri saya (dia doyan udang sekaligus pecinta makanan bakar): rasa udang bakar madu yg tersohor itu ternyata ‘biasa saja’.
Mgkn itu yg membuat saya ‘kecewa’ makan di sana. Ekspektasinya terlalu tinggi krn cerita dr teman dan info dr berbagai artikel menyanjung2 semua.
Mengenai pelayanan pd pelanggan… not bad-lah meskipun gak istimewa.
May 26, 2009 at 12:17 pm
Aku kira membicarakan Mang Engking itu membcarakan sisi entrepreneurshipnya….yang semula sebagai petani kolam udang, terus mengubahnya menjadi Rumah Makan khas Udangnya………Klo ini kan lebih menarik untuk dibicarakan…
Soe74
May 26, 2009 at 12:21 pm
Pak Dhe Soe,
di salah satu link tulisan saya ada perjalanan Mang Engking, linknya ini http://www.ciputra.org/node/503/mang-ade-resto-mang-engking-yang-penting-berani-memulai.htm
Kalau saya sendiri ndak kompeten untuk menuliskan perjalanan Mang Engking, lha saya cuman numpang makan
May 26, 2009 at 6:29 pm
Maksudku klo kita tag cerita sukses someone, terus kita diskusikan how we imitate him atau terus diskusi bgaimn mengaplikasikan ke bisnis yg lain, rodo ono nilainya….
Salam,
Soejanto
May 26, 2009 at 12:23 pm
Salam
Menurut saya Kang Bono ada benarnya, karena lebaran tahun lalu kita juga ngadain Halal Bi Halal di sana dan rasanya kurang memuaskan.
Tidak seenak yang di Minggir atau yang di Depok Jakarta.
Sudah begitu air untuk cuci tangan atau yang ada di toilet tidak memuaskan.
Tapi soal tempat memang lebih nyaman dan dekat kota.
Jadi pilihannya memang Minggir atau Depok
Banyumili?
Aku bgelum nyoba
Salam
eshape
May 26, 2009 at 6:22 pm
Pak Dhe Eshape,
saya belum pernah nyoba yang di Depok dan Banyumili, namun konon yang banyumili itu sama persis dengan Mang Engking karena masih mempertahankan koki dan resep yang sama dengan ketika masih join dengan Mang Engking. Mungkin hanya ada perbaikan di sisi servis.
May 26, 2009 at 6:24 pm
Mas kalau aku pnh mkn di mang engking yg di depok UI udang bakar madu nya memang TOP dan jd best seller tempat dan suasana nya juga enak..bersih..
~aan~
May 26, 2009 at 6:21 pm
Kang Bono, mungkin benar rasa madunya mengganggu rasa udang sendiri. Kehadiran madu di udang bakar mungkin bak dua sisi mata uang, di satu sisi bisa bikin menjadi exotic, di sisi lain bisa mengurangi keaslian rasa udangnya.
Kalau saya sendiri lebih menikmati kesegaran udangnya [di Minggir], sementara anak saya suka nyesep-nyesep udang bakar madunya, sementara untuk makan udangnya dia harus dikupasin.
May 26, 2009 at 6:25 pm
Ya benar tuh
rasanya sama dengan yang di Minggiran
Salam
eshape
May 26, 2009 at 6:27 pm
Wah kudu menjadwalkan kunjungan ke Mang Engking yang di Minggir nih…
Regards,
Albert
May 26, 2009 at 6:28 pm
Emang di Jakarta ada juga Mang Engking ya? aku kok baru tahu.
Kirain cuma ada di Jogja tuh.
Btw, mak Engking yg ada kolam renangnya itu, yg di jogja, emang
rasanya nggak istimewa.
Barangkali menjadi tidak istimewa karena harganya mahal.
Ada juga udang madu di pinggir kolam pemancingan, yg harganya lebih
murah, namun lebih enak daripada mang Engking.
Sayangnya karena aku bukan reporter kuliner jadi nggak tahu nama tempatnya apa.
Yg aku ingat cuma tempatnya di lokasi yg masih asri, sementara Mang
Engking khan di dalam komplek.
salam,
-bank al-
May 27, 2009 at 7:01 pm
Bank Al,
kalau di googling mang engking.. maka yang banyak muncul adalah Mang Engking yang di depok lho…
May 26, 2009 at 6:30 pm
Nyambung balik sing iki wae…
Melihat potret kita sendiri ketika Syabas lounge discussion Januari lalu, kayaknya sukses yang seperti ini sulit mampir kesemua dari kita. Setuju nggak?
Kalau kebeberapa gelintir , masih mungkin.
Yang tidak kita punyai itu apa “ keberanian melangkah utk pertama kali “ apa ya??
Alias penyakit “ engko gek…engko gek…”
Lha , lha mbah Mo mBantul, mang Engking , mas Encoes, mbah Karto KADIN dlsb ketoke pakae jurus :
“ dimulai aja… mengko mili wae..wong Gusti Allah ora sare, njuk “Bismillah..” . Jalan.
Ngono ‘po yo?? ( weruhku mBah Karto biyen ngono nang ngarepe Kadin lama / seberang-e YASIMA.)
DK’65
May 26, 2009 at 6:31 pm
Mbah DjoKir..mau nyoba bisnis serupa di jl paris?..lahannya sawahnya masih luas, deket dengan wisata paris, dkt dg pante depok..tpi ikan. Saya mau klo diajak urunan.
Kmrn barusan nyoba buka warung lg..buat grosiran air minum di sebelahnya pecel madiun dkt hyatt monjali sana…
Makasih,
WiD92
May 26, 2009 at 6:32 pm
Saat ini belum mas…wong isih bebodro.
Sekali lagi, yang penting ambil langkah pertama.
Nnah lha sekarang kedua setengah kakinya masih disini jheee..
Realistis saja,
selesaikan yang satu ini sambil memupuk sesuatu,
baru melangkah berikut, setelahnya.
Yo suk suk rembugan maneh yo..
Cukup amat konservatip toh..??
Lha itu lagi, realistis saja
Yo awak, yo uteq, yo modal, yo mental;yo kesempatan..
yo ..realistis kuwi !!
DK’65
May 27, 2009 at 6:39 pm
Kalo ikut semboyan “lebih cepat lebih baek” gimana Mbah? Klo bisa disambi kaki yang kanan ditaruh di rumah sana, kaki yang kiri ditaruh di tanah sebrang apakah akan lebih baek?
Realistis selalu identik dengan sikap kehati2an..jangan2 sikap hati2 hampir mirip dengan sikap gojak-gajek. Sikap realisti n hati2 yg spt apa ya yg diperlukann dlm berbisnis itu. Wahh perlu pencerahan dari yg lebih senior nih..sumonggo bagi yg berkenan berbagi..
Makasih,
WiD92
May 27, 2009 at 6:40 pm
Satu..kaki satu diseberang yg lainnya diseberang yg lain. Seberapa lebar kaki dan berapa lebar seberangnya?Pas nggak?
Dua…realistis ya realistis. Hati2 ya hati2….dipaksa campur??? Yaaah sudah ngarani….ada paksaan ya…, sareh k’napa?!
Gojag gajeg , lain lagi. Semua tergantung dari sudut pandang siapa, dimana dan kapan.
Ketiga, business – business man…rasanya yg masuk definisi mas Soe atau mas Rus..mas ISW dlsb spt yg punya karfor.
Aku….??? Jelas bukan kelas mereka….! Aku penikmat, sajalah….
Kok refot ya….
DK’65
May 27, 2009 at 6:41 pm
Aku….??? Jelas bukan kelas mereka….! Aku penikmat, sajalah….
=================================
Lo emangnya saiki lagi kelas Piro pakde ? kok nggak melok melok naik naik kelas..
Opo iki gara gara suka Menikmati kuwi……lha nikmati opo to kok nikmat banget sajake….
salam
ISM
May 27, 2009 at 6:43 pm
Mbah mo…..mbah karto…mang engking…itu semua jane sukses yg tdk terjadi semalam…mereka sudah banting tulang, jungkir balik sebelumnya dan yang pasti melalui proses panjangggggggggg. Setelah jd success story aja ketoke kok kepenak dan mudah…
Nah, sebagai orang yg sdh dididik ngelmu analisis, dan ilmu2 lainnya…yang kita inginkan bagaiman mengambil lessonlearned dr mereka, sehingga kita bisa meniru suksesnya dalam tempoh yang sesingkatnya….
Gitu lho dhe…
SOE74
May 27, 2009 at 6:43 pm
Tetep ae mas…ngreti sajkkabehe dengan cara barupun semuanya harus memutuskan dan MENJALANKAN langkah pertama.
Iku wis terkandung keinginan breaking out the shell with all preparations on hand and…dare to win attitude, then,Go for it !
Iki sing akeh marahi “gek ..gek”…cilakane iku dienggo nylamur ketidak mampuan, ketidak beranian dan ketidak PeDe an.
Bab mbah Karto cs menempuh jalan panjang bisa dicerna “ dulu masih diseberang YASIMA”. Phrase itu saja jelas menunjukkan jalan panjangnya…ora akeh kawula muda sing ngreti YASIMA atau radio amatir Sultan Agung Lima.
Memang gak bisa disamakan dengan cara si Om sing nggawe Microsoft atau FB iku kisah suksesnya,
tapi itulah suasana grass root kita ( mungkin aku yo ndok kono2 iku ).
Jadi konkesuen : “ realistis”
DK’65
May 27, 2009 at 6:49 pm
Mang Engking yg di Minggir ini deket ndesoku, cuman kok ya br sekali ke sono. Klo ke kolamnya sih sering wong salah satu kolamnya nang mburi omahku. Tetangga2ku malah pd blm pernah, la ra kuwat mbayar je….
Yg di nDepok, meski gak jauh malah blm pernah nyoba…
May 27, 2009 at 6:52 pm
Pengalaman saya makan di Mang Engking yang di depok, duhh pelayanannya itu locchhh ampun de mo pesen makanannya kudu teriak dan klo teriaknya nga kenceng sama pelayannya tuch tetep di cuekin mereka asik ngerumpi jadi kalau mau pesen tuch teriaknya kudu pake urat baru de di samperin .
Kalau tempatnya sih ok, coman harus pakai banyak lilin kalau nga makannya bareng lalat heheee
May 27, 2009 at 6:53 pm
Untung aq blom cobain yg dijakarta qeqe..aq cobain yg di yogya sama dibali waktu itu mba rosa..
“El”
May 27, 2009 at 6:56 pm
Sama…..
ak juga punya beberapa kali pengalaman gak asyik di Mang Engking UI.
klo menurut ak, bahan2nya kurang fresh… udangnya terutama..
jadi kontras banget dgn suasananya yg nyaman…
May 27, 2009 at 6:54 pm
Minggir tuh mana Wak Komo?
Maksudnya Minggiran?
Kalau Minggiran di Yogya aku tahu, tapi kalau Minggir aku tidak pernah dengar.
salam,
radit
May 27, 2009 at 7:00 pm
Wak Radit,
Minggir itu salah satu nama kecamatan di sleman barat, dekat dengan Moyudan-Seyegan, Godean dsk-nya, kalau Minggiran itu kalau ndak salah di selatan plengkung gading dekat dengan Suryowijayan.
Awal mula Mang Engking membuka rumah makan ya di Minggir ini, tepatnya di dusun Jamur, Sendangrejo, Minggir.
Terus dia ekspansi mendekati kota dengan menggandeng banyu mili resto, membuka rumah makan di di kompleks Griya Mahkota Regency. Kerjasama ini kemudian bubar dan Mang Engking membuka rumah makan sendiri di Soragan dengan nama Gubug Makan Mang Engking Soragan Castle. Jadi di Jogja ada dua warung Mang Engking, yang jauh di ujung barat Jogja di daerah Minggir [Pasar Godean kebarat 1,5 km dan kemudian ke utara arah Tempel 4-5 km] dan yang di Soragan dekat Mirota Jln Godean.
Kapan ke Jogja Wak?
May 27, 2009 at 6:57 pm
Selain Gubug Mang Engking, kira2 kuliner apa lagi ya yg rasanya mak nyosss di yogya sekitaran Malioboro. Tks unt infonya.
Salam
Ratna
June 6, 2009 at 7:33 am
waduh kangen ma udang bakar madunya
June 17, 2009 at 10:54 pm
Udang bakar madu Mang Engking memang ngangeni mBak.. nyamleng tenan!
October 17, 2009 at 11:04 am
[...] Artikel Kuliner terkait dengan Udang Galah Bakar Madu: 1. Merayakan Ulang Tahun di Gubug Mang Engking [...]
October 17, 2009 at 11:07 am
[...] Artikel Kuliner terkait dengan Udang Galah Goreng: 1. Merayakan Ulang Tahun di Gubug Mang Engking [...]
October 17, 2009 at 11:11 am
[...] Artikel Kuliner terkait dengan Udang Galah Asam Manis: 1. Merayakan Ulang Tahun di Gubug Mang Engking [...]
August 27, 2010 at 11:25 pm
ass…wr.wb
saya dari tasikmalaya,ingin sekali bekerja di restauran gubug mang engking,,saya keluaran smk perwari tasikmalaya berharap banget bisa kerja di restauran yang bapak pimpin,saya sudah masikan lamarannya melalui bapak yusup kepala sekolah smk TI,(teknik informatoka).
atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.
wassalam.
August 28, 2010 at 5:20 pm
terima kasih sudah berkunjung ke blog saya,
untuk lamaran silahkan langsung disampaikan ke alamat restauran mang engking di Jamur, Sendangrejo, Minggir, Sleman,
August 31, 2010 at 8:34 am
[...] 3. Gubug Makan Mang Engking, [...]
September 5, 2010 at 6:42 am
[...] Selengkapnya silahkan baca di http://kulineronline.net/2009/05/25/merayakan-ulang-tahun-di-gubug-mang-engking/ [...]
September 5, 2010 at 9:46 am
[...] Selengkapnya silahkan baca di http://kulineronline.net/2009/05/25/merayakan-ulang-tahun-di-gubug-mang-engking/ [...]
May 10, 2011 at 6:35 pm
[...] Ikan Bakar Jimbaran bersama Ki Broto 3. Menikmati Ikan Segar di Pantai Depok – Parangtritis, 4. Merayakan Ulang Tahun di Gubug Mang Engking, Gubug Makan Mang Engking, Jamur, Sendangrejo, Minggir, Sleman,Flexi: 0274-7489732, HP: [...]