Menikmati Sate Klatak Mas Barry Bantul


Menikmati Sate Klatak Wedus Mas Barry Bantul

Sate Klatak Mas Barry,  Pasar Jejeran Wonokromo Bantul
Telpon 081328800165


25 March 2009 jam 20.00, kami sampai di pasar Jejeran, Bantul, setelah melalui perjalanan panjang dari Turi dan nyamperi mBak Nani dan Mas Hendri. Malam ini, saya sekeluarga dan Mas Eko sekeluarga berniat merasakan sate Klatak yang sangat terkenal di Jogja. Kebetulan mBak Nani dan Mas Hendri sudah sering ke pasar Jejeran dan tinggal tidak jauh dari situ.

mBak Nani segera mengajak kami masuk ke pasar Jejeran, dan memilih Sate Klatak Mas Barry. Mas Barry merupakan generasi ketiga yang berjualan sate klatak. Sebelumnya, ayahnya Wakidi, juga berjualan di sini. Wakidi meneruskan usaha ayahnya yang bernama Ambyah yang membuka usaha ini pada tahun 1946.

Spanduk Mas Barry

Kami pun segera duduk lesehan di los pasar yang kalau siang dipakai buat jualan, dan segera memesan minuman dan makanan. Untuk minumnya, kami memesan teh  poci yang disajikan dengan teko, sedangkan makanannya ada  yang pesan sate klatak, sate bukan klatak dan tongseng.

Saya memesan seporsi sate klatak,  seporsi sate hanya terdiri dari dua tusuk sate dan sepiring nasi. Awalnya, saya mengira, kalau dua tusuk sate itu tidak akan cukup untuk menemani seporsi nasi, dan saya pun memesan tambahan beberapa porsi lagi.

nYunduki Sate

nGipasi Sate

Membuat Teh

Sate Klatak, adalah sate kambing yang dibakar dan dibumbui dengan garam. Irisan dagingnya besar-besar dan berasal dari kambing pilihan. Dagingnya ditusuk dengan ruji sepeda, dan dibakar di atas anglo yang penuh dengan bara dari arang kayu. Penggunaan ruji membuat sate klatak matang sampai kedalam, sedangkan kombinasi daging kambing terbaik, bumbu yang sederhana dan penggunaan arang kayu menghasilkan cita rasa sate klatak yang khas.

Seporsi sate dan nasi

tongseng

Sate

Teh

Tidak berapa lama kemudian, pesanan kami datang.  Kami pun segera menikmati makanan yang sudah tersedia, saya menikmati seporsi sate yang terasa nikmat. Cita rasa sate yang khas dan suasana lesehan yang santai membuat seporsi sate klatak terasa nikmat sekali, mantaps. Dan ternyata, dua tusuk sate tadi pas dengan sepiring nasi, keduanya tandas habis ketika pesanan tambahan datang, sehingga sate tambahan kami nikmati tanpa nasi. Ternyata sate klatak enak dimakan dengan ataupun tanpa nasi.

 

Menikmati2

Menikmati3

Selesai makan, kamipun ngobrol ngalor ngidul, sambil menikmati wedang teh. Dan jam 9 malam kamipun meninggalkan warung Mas Barry, dengan kesan yang mendalam mengenai cita rasa sate klatak.

Usai Menikmati 1

Usai Menikmati 2

Sate Klatak NYAMLENG tenan !!!

[by kom]

Referensi Mengenai Sate Klatak:
1. Sate Klatak, Dulu Coba-coba Sekarang Melegenda
2. ‘Sate klatak’, a unique flavor of Bantul
3. Balik Jakarta, Mampir Dulu ke Sate Klatak khas Bantul
4. Sate Klatak Khas Bantul

Advertisements

36 Responses to “Menikmati Sate Klatak Mas Barry Bantul”

  1. Hendratno Agus Says:

    Tomo (ternyata kamu juga suka sate kambing ditusuki ruji sepeda to…, enak to..), kidul pasar Jejeran Jl.Imogiri km.10, saya sering nongkrong di situ, prapatan pasar Jejeran ngidul 100 meter, ada tikungan, njuk ada gang cukup 1 mobil, naah saya sering nongkrongi sate klatak di situ. Maklum hobi kluyuran, kadang konco-2 ne yo bakul sate.
    Asline..disuguhi sate klatak oleh mas Anshori, kawan nongkrong di Pesan Trend Budaya Ilmu Giri yang bermarkas di kidul pasar Jejeran, Bantul.
    salam, agus hend

  2. Andri Setiawan Says:

    wareg Om cuma dua tusuk???

    – Andri –

  3. Alfred Alinazar Says:

    Komo makannya 10 piring kayaknya.
    Mana mungkin badang segede gitu bisa wareq cuma makan 2 tusuk.
    Cuma kilik2 perut aja kali ya.

    salam,

    -bank al-

  4. Sulastama Raharja Says:

    gimana caranya makan sekali 10 piring Bank Al? kan aku makannya cuman sesuap demi sesuap ..
    ternyata dua tusuk sate tu memang sudah disesuaikan dengan sepiring nasinya….

  5. Nurcahya Priyonugroho Says:

    Komo ki gur marai pengen wae, wis mengko nek ketemu kudu nraktir, secara barusan juga Komo naik pangkat.

    -Anung-

  6. Alfred Alinazar Says:

    What? Komo naik pangkat?
    Apakah karena jari manisnya tambah panjang?

    Mo, kamu belum melaporkan rasio jarimu.
    Hayo lapor, termasuk lelaki jantan atau lelaki betina? (halah, lelaki
    kok betina)

    salam,

    -bank al-

  7. Sulastama Raharja Says:

    wah aku lagi sibuk moto2 kuliner kayak sate klatak ini dan menggunakannya jari2ku untuk mengetikkan ceritanya kayak ini
    itu kayake lebih mengasyikkan daripada moto driji karo jari manis njuk dipakai menujum 😀
    Kang Anung, ayuk kapan ke Jogja lagi? next target bakmi mBah Mo apa sate karang 😀

  8. Djamaludin, Muhammad M Says:

    Wah kalo ada sate kambil yang ditusuki bayonet sepertinya enak juga tuh dipangan…..

  9. Sulastama Raharja Says:

    Mas Mochtar,
    kalau di sana nyunduki satenya pakai apa? Jangan2 domba di ksa sana ndak perlu disunduki langsung di bakar utuh?

    salam,
    tomo

  10. Sudibyo HT Says:

    he,he,…sate kambing emang uenak tuenan!!…ada lagi yang juga mak nyuzz: Sate Beringin,Kronggahan..klo kesana jangan lewat jam 12.00 wis mesthi tinggal koretan,regane juga murmer (murah meriah)….di Jalan Bantul juga ada: sate Yu Surat,…disini yang mantab thengklengnya,regane yo murmer,….
    (hts)

  11. Sulastama Raharja Says:

    Pak Dhe HTS,
    saya pernah ke sate ringin itu bareng dengan Mas Bambang [lab paleo] dan Indra Novian, waktu itu dalam perjalanan dari rumah pak sugeng ke rumah alm pak hadi sutomo.
    masakannya memang nyamleng tenan, dan betul harganya murah. Waktu itu 4 porsi [3 orang plus 1 dibungkus], habis 36 ribu sudah termasuk kerupuk dan minuman.
    Sayangnya waktu itu saya ndak bawa kamera, mudah-mudahan lain waktu bisa saya ambil foto2nya dan dishare…

  12. Hermany Safioedin Says:

    Nostalgia….

    Jaman biyek kuliah favoritku warung sate Alun-alun lor cedak markas Koramil. Sate lan gule kambinge pancen nyampleng tenan ( Wanine yen wis oleh kiriman wesel ).

    Soto sapi cedak jembatan kali Winongo- njaratan Surolangi – Wirobrajan, jam rolas wis tek tung.( Ora wedi kolesterol – demi perbaikan gizi).

    Dene boyok linu-linu yo ngombe jamu nginggang Pakualaman tho.( Ning, weteng kudu diisi sikik nek ora yo muros……….ben bablas angine).

    Yen kiriman wesel telat yo dadi matador…………. ning wetane shopping center sak wise bakda magrib.

  13. Adi Trianto Says:

    Mas,
    Dari sate beringin itu, lurus dikit, sekitar 300m ada 1 warung sate kambing juga. Kambing-e muda2 loh mas..hehee…
    Rasanya….mantapppppp..nilainya 9 dari skala 10 mas…

    Adi T

  14. Mufti M. Darissalam Says:

    Tahun 74an Sate Samirono yang terletak di utara jalan Colombo mulai berkibar. Sekarang katanya pindah di selatan jalan, bagaimana ya rasanya?

    Di tahun 74 – 76 an, Kita waktu itu bisa kesana rame2 beberapa kali kalau dapat duit dari mas Almuhran Kadri (Almarhum, dosen permanen angkatan pertama kita).
    Sekarang kalau ketemu temen2 yang pernah merasakan kebaikan mas Almuhran dan kita mengobrol kebaikan2 beliau kita bisa menitikan air mata. Trimakasih mas Kadri, semoga menjadi amalmu yang tidak terputus karena telah menyelamatkan kami dari rasa lapar dan membuat hati kita senang. Amien

    md71

  15. Otto Ongkosongo Says:

    Sewaktu Prof Jacob wafat, sehari setelahnya saya ngunjungi pemakaman UGM di tepi Utara ring road sekalian ngunjungi pahlawan-pahlawan TG dll, sekalian ngaca diri. Sok diampiri. Waktu menikahkan putri Prof Jacob, beliau sudah sangat lemah dan tambah kurus dan kecil. Rasanya saya cuma ketemu Prof Sukandar Rumidi + isteri.
    Otto9

  16. Ahmad Zamroni Says:

    Waaahhh,
    Marai ngeces tok ki……..
    Muliihhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh

    Ahmad Zamroni
    http://www.ahmadzamroni.net/

  17. Andri Setiawan Says:

    lha piye mas,
    kita bikin sate klatak versi brisbane apa piye???

    😀

    – Andri –

  18. Ahmad Zamroni Says:

    Udah prnah dicoba tapi gak brhasil tuh Ndri…
    Soalnya info ramuan dan pengolahan kurang akurat.

    Kalo mungkin ada info yg akurat bisa aja kita coba kapan2.

    Sama Tengkleng,
    juga mangsih penasaran, kalo ada info yg akurat, terima kasih sekali..

    salam, roni’

  19. Warman Says:

    Kalau di sumut jangan nyate klatak, apalagi memakannya, iso mendem. Di
    sumut, klatak itu adalah biji karet.

  20. Alfred Alinazar Says:

    Kalau di Jogja klathak itu apaan sih mas?
    Tadinya kupikir klathak itu nama tempat.

    salam,

    -bank al-

  21. Sulastama Raharja Says:

    klatak itu melinjo Bang.. 🙂

    kayake dulu yang njual sate suka nyari mlinjo terus dibakar.. 😀

  22. Alfred Alinazar Says:

    Mirip mlinjo? atau memang melinjo?
    Jadi semacam sayur2an ya?
    Kok bisa disate? Weh, sate sayur…. baru denger nih.

    salam,

    -bank al-

  23. Sulastama Raharja Says:

    itu sate daging kambing kok.. bukan sate melinjo, cuman namanya sajah yang sate klatak.

    ada beberapa versi asal-usul nama sate klatak ini, a.l:
    1. Menurut Mas Bari, nama klatak ia ambil karena sewaktu kecil ia suka mencari klatak atau isi melinjo.
    2. Ada yang mengatakan klatak berasal dari suara jatuhnya jeruji yang menjadi tusuk sate, atau suara ketika daging kambing itu dibakar di tungku.
    3. Dinamai sate klatak karena memang jenis masakan ini hanya mengandalkan cita rasa dagingnya.

  24. Nurcahya Priyonugroho Says:

    Kayaknya memang asal ngasih nama aja, biar waton beda, sebagai pembeda dengan sate-sate lainnya. Sekedar branding aja.

    -Anung

  25. Alfred Alinazar Says:

    Wis kebacut tertipu jhe.
    Aku pikir sate klathak itu sate melinjo jhe.

    salam,

    -bank al-

  26. tikapinkhana Says:

    udah nyobain juga tapi didepok, tapi yang digambar ko ga berkuah santan ya satenya?

  27. Sate Klatak « NyamLeng Says:

    […] Sate Klatak, adalah sate kambing yang dibakar dan dibumbui dengan garam. Irisan dagingnya besar-besar dan berasal dari kambing pilihan. Dagingnya ditusuk dengan ruji sepeda, dan dibakar di atas anglo yang penuh dengan bara dari arang kayu. Penggunaan ruji membuat sate klatak matang sampai kedalam, sedangkan kombinasi daging kambing terbaik, bumbu yang sederhana dan penggunaan arang kayu menghasilkan cita rasa sate klatak yang khas.  Selengkapnya silahkan klik di sini Sate Klatak […]

  28. Masno Says:

    enak mas, kalau nggak percaya silakan coba saja ke daerah jl imogiri bantul

  29. Daftar Kuliner Jogja « Wisata Kuliner Online Says:

    […] Sate Kambing Pak Karto Jl. Magelang Lumbungharjo Tempel 081328133606, dan Pasar Tempel Sleman 2. Menikmati Sate Klatak Mas Barry Bantul, Sate Klatak Mas Barry, Pasar Jejeran Wonokromo Bantul, Telpon 081328800165 3. Mengudap nYamlengnya […]

  30. aagoest Says:

    wah kudu jobain juga citarasa tengkleng pedes nya mantap abis…

  31. yuki Says:

    aku numpang share ya pak de…..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: