Menikmati Gulai Baung dan Ikan Pantau di Warung Mak Cuik


Menikmati Gulai Baung dan Ikan Pantau di Warung Cuik

Warung Mak Cuik, Pelabuhan Caltex Lama, Ujung Jalan Sembilang, Rumbai, Pekanbaru
Telpon 08127520761

Sabtu 2 Mei 2009, saya dan Yayak berniat untuk makan siang di Warung Mak Cuik, dekat pelabuhan Caltex di tepi sungai Siak. Jam 11.00 kami berangkat naik motor dari rumah Yayak di DBQ 201 Rumbai, dan sampai tidak lama kemudian di warung Mak Cuik. Jarak dari rumah Yayak  ke warung Mak Cuik hanya sekitar 3,5 km [2,5 km dari Bundaran Caltex Rumbai], yang kami tempuh dalam waktu kurang lebih sepuluh menit. Saat kami datang warung masih sepi, cuma ada satu rombongan yang sedang menikmati makan siang.

Warung Mak Cuik merupakan salah satu ikon kuliner kota Pekanbaru dan Riau, sudah beberapa kali masuk liputan di majalan/ koran dan pernah didatangi Pak Bondan maknyuss. Warung makan ini didirikan pada tahun 70-an oleh Ibu Sari Banun yang berasal dari Batu Sangkar dan mempunyai menu andalan berupa gulai baung. Cuik sendiri, berasal dari kosakata Minang Suik [Lesuik] yang artinya badan yang paling kecil dan kurus di rumah. Saat ini Ibu Sari Banun sudah pensiun, dan usahanya diteruskan oleh anak-anaknya. Kemungkinan nama warung Mak Cuik ini berasal dari panggilan salah satu anaknya, Si Suik, yang lama-lama berubah menjadi Cuik.

DSC01910Warung Mak Cuik

Aktivitas warung Mak Cuik di mulai pukul 7 pagi, ketika pedagang yang memasok bahan baku ikan baung, ikan pantau dan udang galah datang menyetorkan dagangannya. Ikan dan udang yang menjadi bahan baku masakan yang diolah berasal dari setoran orang, tidak pasti berapa jumlahnya perkilo. Kadang dapat setoran 5 kg baung, kadang 10 kg kadang malah tidak dapat. Jam sembilan kru masak mulai memasak makanan yang siap di sajikan pada pukul 11.00. dan secara teori, warung ini akan tutup jam setengah 2 siang.

DSC01867Kru Warung Mak Cuik

Kami berdua segera memesan makanan untuk menu makan siang, namun kami malah diminta untuk memilih sendiri di dapur. Saya segera menuju kedapur, untuk memilih makanan dan mengambil gambar-gambar makanan yang ada. Di meja dapur sudah terhidang ikan pantau goreng, udang galah goreng, dan gulai baung. Saya memesan 2 porsi gulai kepala baung dan seporsi ikan pantau goreng, plus sayur pucuk ubi, sambal merah dan sambal hijau.

DSC01863Menu Makanan di Dapur

Ketika sedang memesan makanan, tiba-tiba datang serombongan teman-teman dari Duri, Renny, Dana, Maya, Kris, Dwi, Wesly dan Herry yang juga akan makan siang. Mereka sudah memesan sebelumnya. Tidak seperti kami, mereka memesan makanan dengan menu yang lengkap termasuk udang galah goreng. Mereka makan di meja sendiri, sementara saya makan bersama Yayak di meja lain.

DSC01872Herry, Dwi, Dana, Kris, Renny, Maya dan Wesly

Ketika pesanan makanan saya dan Yayak datang, saya segera menikmatinya, seporsi nasi dengan gulai kepala baung, sayur pucuk ubi, sambal hijau dan ikan pantau menjadi menu makan siangku. Gulai baungnya nyamleng, kuah gulai baungnya terasa segar dengan potongan tomat hijau dan cabai rawit . Ikan pantaunya digoreng kering, kemripik dan gurih2 asin. Sementara sambel ijonya pedas, sesuai untuk teman makan gulai baung dan ikan pantau. Jadilah makan siang kami terasa nikmat, perpaduan antara rasa lapar dan citarasa gulai baung yang nyamleng. Menu yang sama juga dinikmati oleh Yayak, menurutnya ikan pantaunya sangat lezat, berbeda dari tempat makan lain yang tidak terlalu kering menggorengnya.

DSC01869Gulai Baung

DSC01871Udang

DSC01877Ikan Pantau

Saya sempat mengambil beberapa gambar Yayak dan teman-teman dari Duri ketika sedang menikmati makanan.

DSC01886Yayak

DSC01884Renny, Maya dan Wesly

DSC01883Herry, Dwi, Dana dan  Kristanto

Setelah selesai makan, teman-teman dari duri melanjutkan perjalanan, sementara saya dan Yayak masih ngobrol dengan pemilik warung. Untuk menu makan siang yang kami nikmati berdua, kami hanya perlu membayar 82 ribu, relatif murah untuk menikmati makan siang yang nyampleng di warung Mak Cuik.

DSC01904Usai Menikmati Makanan

Menurut saya, harga di warung Mak Cuik relatif reasonable, suasanaya nyaman, warungnya bersih dan pelayanannya ramah. Kalau sedang berada di Pekanbaru kayaknya mesti sesekali mampir ke warung ini, namun jangan terlalu siang, karena meskipun warung ini tutup jam setengah 2, jam setengah 12 gulai baungnya sudah habis.

DAFTAR HARGA:
1. 1 porsi gulai baung : 1o ribu
2. 1 piring ikan pantau : 30 ribu
3. 1 potong ayam : 10 ribu
4. 1 piring udang galah goreng : 100 ribu [untuk 4 orang]

[by kom]

Referensi Mengenai Warung Mak Cuik:
1. Laksamana Mengamuk

Advertisements

7 Responses to “Menikmati Gulai Baung dan Ikan Pantau di Warung Mak Cuik”

  1. Jono Says:

    Mantap ! boleh dicoba tuh

  2. Zahra Says:

    wow murah nian gulai baung nya…..

  3. Rahayanie Says:

    mantap emang seh cui..ada satu lagi rekomendasi yg kurang, yaitu pucuk ubi rebus dan sambel ijo nya cui..hmmm….makyuusss………….:)

  4. adri Says:

    ya memang bener tu!
    tapi sekarng udah menjadi dua! pertama di jln. sembilang dan satu lagi di jaln. yos sudarso (seberang ayam penyet)….
    maklum lah aku kan anak kakaknya icuik tu!!!!!!!!!!!!!!
    HEHEHEHEHE>>>>>>>>>>> promosi dikit2…………………


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: