Bermain Gethek dan Menikmati Ikan di RM Boyong Kalegan


Bermain Gethek dan Menikmati Ikan di RM Boyong Kalegan

RM Boyong Kalegan, Jl. Raya Pakem Turi Pakem Sleman
Jogjakarta, telpon 0274- 897047

Jum’at 25 Juni 2010, ketika sedang mengantar anak saya belanja buku di Gramedia saya ditelpon Jono [Suwarjono, redaktur pelaksana vivanews.com] untuk untuk diajak reuni bersama dengan teman-teman HPAI Panorama. Dia memberi pilihan rumah makan yang di jalan Kaliurang, waktunya jam 14.00. Saya kemudian mengusulan untuk ketemuan di RM Jimbaran, yang kemudian dianulir karena terlalu mahal. Jono kemudian memberi pilihan Boyong Kalegan atau RM Kapuas, saya kemudian memilih Boyong Kalegan karena suasananya yang enak dan bisa bermain gethek [rakit bambu], cocok untuk acara bersama dengan keluarga. Saya sendiri sering mengajak keluarga atau teman-teman makan di RM Boyong Kalegan, karena dekat dengan rumah, makanannya enak dan tentu saja suasananya nyaman.

Sehabis sholat Jum’at di masjid Syuhada, saya menjemput istri dan anak saya di FKG UGM, dan kemudian langsung berangkat ke RM Boyong Kalegan. Bertiga naik motor menyusuri jalan AM Sangaji, terus ke utara sampai dengan pertigaan Pulo Watu, dan belok ke timur sedikit sampai RM Boyong Kalegan

Boyong Kalegan

Restoran Boyong Kalegan merupakan restoran apung yang  pertama kali di Yogya yang  menyajikan menu ikan segar yang khas. Rumah makan ini didukung oleh suasana alami pedesaan yang nyaman di samping sungai Boyong dan menyajikan life musik setiap hari. Restoran Boyong Kalegan beralamat di Jl. Raya Pakem Turi Km 3,  Sleman Yogyakarta, mulai beroperasi pada tanggal 19 Juli 2000.
Boyong dalam bahasa Jawa artinya membawa, sedangkan Kalegan artinya Kelegaan atau kepuasan. Sehingga dengan menggunakan nama Boyong Kalegan, setiap pelanggan yang berkunjung ke rumah makan ini akan membawa pulang kelegaan dan puas dengan makanan dan suasana yang disajikan.

Bermain Gethek

Kami bertiga sampai sekitar jam 13.35, lebih cepat seperempat jam dari waktu yang disepakati. Saya meminta Ibunya Afa untuk memesan makanan untuk makan siang kami bersama dengan teman-teman, kira-kira untuk 10 orang. Sambil menunggu pesanan, saya dan Afa bermain gethek berdua. Sebagai rumah makan terapung, RM Boyong Kalegan memang dilengkapi dengan fasilitas bermain air berupa gethek yang bisa dipakai oleh pengunjung di kolam yang memisahkan saung-saung tempat makan. Afa sangat menikmati main gethek di sini, dan menjadi salah satu daya tarik bagi dia untuk datang.

Setelah capek mendayung gethek, saya mengajak Afa untuk kembali ke saung 9 tempat kami memesan makanan. Kebetulan minuman pesanan kami sudah datang, saya memesan teh jahe dan Afa memesan dawet kalegan, sedangkan Ibunya Afa memesan lemon tea. Kami pun kemudian minum pesanan masing-masing untuk menghilangkan dahaga sambil menunggu teman-teman datang.

Dawet Kalegan

Menu makan siang kami pun ternyata datang tak lama kemudian, kami memesan nasi dalam bakul bambu, sedangkan lauknya kami memesan wader goreng, wader mangut, gurami bakar, gurami asam manis, nila goreng, udang asam manis dan tempe penyet. Cha kangkung dan trancam menjadi pilihan kami menemani nasi dan lauk kami. Saya sempat mengambil gambar menu makan siang kami seperti foto-foto di bawah ini.

Gurami Asam Manis

Gurami Bakar

Mangut Wader

Wader Goreng

Nila Goreng

Udang Asam Manis

Tempe Penyet

Karedok

Cha Kangkung

Jam 14.00 lewat sedikit, satu persatu teman datang membawa keluarganya. Wanto yang sekarang bekerja di Freefort datang membawa istri dan anaknya yang baru saja diterima di SMP Pakem. Jono datang bersama dengan istri dan 2 orang anaknya. Dan Andri datang sendirian karena tidak sempat mengajak istrinya, dia diberitahu ketika sedang dalam perjalanan. Kami pun kemudian makan siang bersama dengan menu yang sudah terhidang di atas meja, dan tentu saja sambil ngobrol ngalor-ngidul mengenang masa lalu kami ketika masih sama-sama SMA dan suka berkegiatan di alam bebas.

Jono-Andri-Wanto

Menikmati

Saya makan siang dengan lauk wader mangut, wader goreng, nila goreng dan tempe penyet dan sayur cha kangkung. Rasa lapar karena belum makan sejak pagi terobati oleh makan siang yang lezat di Boyong Kalegan. Nasinya pulen, empuk cocok dengan selera Jogja saya, wader gorengnya empuk renyah, nila gorengnya juga renyah dan krispi, sedangkan wader mangutnya tidak kalah lezat bumbunya meresap, gurih. Saya juga sempat mencicipi gurami bakar yang juga menjadi andalan rumah makan ini, nyamleng juga. Secara keseluruhan, makanan di sini enak apalagi ditunjang oleh suasana rumah makan yang nyaman, bersih dan pelayanan yang baik.

Ketika kami sudah selesai makan, Antoni datang bersama dengan Bibit. Sayang lauk pesanan kami sudah tandas sehingga mereka mesti memesan lagi gurami bakar untuk lauk makan siang mereka. Untungnya pesanan mereka cepat datang sehingga mereka tidak terlalu terlambat makan siang.

Bermain

Setelah selesai makan, kami melanjutkan reuni. Pembicaraan masih tentang masa lalu kami, nasib organisasi saat ini dan kondisi teman-teman saat ini. Beberapa orang teman main saya ternyata nyolong pethek, tidak disangka menjadi orang yang sukses dalam kariernya, seperti Jono yang menjadi pejabat di vivanews dan Wanto yang bekerja di Freeport.

Sementara orangtuanya pada reuni,  kedua anak Jono ditemani Ibunya dan Afa bermain-main di playing ground yang tersedia. Meskipun baru sekali bertemu, mereka langsung akrab dan tidak canggung untuk bermain-main bersama, bergembira.

Memberi Makan Ikan

Afa, ternyata tidak melewatkan kesempatan untuk memberi makan ikan di kolam. Dia sangat menikmati acara memberi makan ikan dengan sisa-sisa nasi maupun lauk kami, di manapun kami makan selagi ada kolam dan ikan dia sangat senang memberi makan ikan, dan acara ini tidak bakal dia lewatkan.

Sekitar jam setengah 4, saya pamit pulang duluan karena ada janji yang lain. Sebelum pulang saya singgah di kasir untuk membayar makan siang kami. Total saya membayar 500 ribu untuk makan siang 10 orang dan 3 anak-anak, harga yang affordable untuk cita rasa makanan yang disajikan, suasana yang nyaman, pelayanan yang baik dan fasilitas yang disediakan.

Daftar Harga:
1. Wader Goreng: Rp. 15.000,00
2. Wader Mangut: RP. 16.000,00
3. Nila Goreng: Rp. 30.000,00
4. Gurami bakar B: Rp. 50.000,00
5. Gurami Goreng B: Rp. 51.000,00

Referensi Lain Boyong Kalegan:
1. Menikmati Rasanya “Trancam”
2. Restoran Apung Pertama di Yogya
3. Boyong Kalegan

Advertisements

8 Responses to “Bermain Gethek dan Menikmati Ikan di RM Boyong Kalegan”

  1. eshape Says:

    Sip mas…

    Ini kan warung yang kita pakai sebagai ajang Munas tahun lalu ya?

    Hehehe….
    aku pernah baca warung ini di buku “100 warung enak di Yogya”
    http://eshape.blogspot.com/2008/10/warung-enak-di-yogya.html

    Salam Sehati

  2. adi Says:

    salah satu jujugan kalau ke pulang kampung. cuma kalau pas liburan bisa-bisa gak kebagian tempat…. (pernah ngalami, setengah jam hanya nunggu tempat kosong) hehehe….
    udah pernah ke mang engking, mas? tapi gak ada getheknya…

  3. subhan basri Says:

    enak ni buat buka puasa,
    sedapnyaaaa…………….

  4. Software Retail Says:

    bisa juga nech dijadikan tempat makan-makan untuk perayaan acara bersama keluarga

  5. Daftar Kuliner Jogja « Wisata Kuliner Online Says:

    […] Desa Resto, Kangen Desa Resto, Jln Raya Pakem-Turi Km3 Pakisaji, Pakem, Sleman, telp 0274897464 9. Bermain Gethek dan Menikmati Ikan di RM Boyong Kalegan, RM Boyong Kalegan, Jl. Raya Pakem Turi Pakem Sleman, Jogjakarta, telpon 0274- […]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: