Rumah Makan CUIK Rumbai


Rumah Makan CUIK Rumbai

Sabtu, 13 November 2010, saya bersama dengan teman-teman Magister Petroleum Geology ITB-Chevron makan siang di rumah makan Mak Cuik Rumbai. Kami makan siang di rumah makan ini karena ingin menikmati gulai baung khas Mak Cuik yang merupakan salah satu legenda kuliner di Pekanbaru.

Rumah Makan Cuik merupakan salah satu ikon kuliner kota Pekanbaru dan Riau, sudah beberapa kali masuk liputan di majalan/ koran dan pernah didatangi Pak Bondan maknyuss. Rumah Makan ini didirikan pada tahun 70-an oleh Ibu Sari Banun yang berasal dari Batu Sangkar dan mempunyai menu andalan berupa gulai baung. Cuik sendiri, berasal dari kosakata Minang Suik [Lesuik] yang artinya badan yang paling kecil dan kurus di rumah. Saat ini Ibu Sari Banun sudah pensiun, dan usahanya diteruskan oleh anak-anaknya. Kemungkinan nama warung Mak Cuik ini berasal dari panggilan salah satu anaknya, Si Suik, yang lama-lama berubah menjadi Cuik.

Memasak

Rumah Makan Mak Cuik, mula-mula berada di dekat pelabuhan Caltex di tepi sungai Siak, dan sejak awal 2010 pindah ke jalan Yos Sudarso Rumbai, Pekanbaru.

Melayani Pembeli

Gulai Baung

Ikan Pantau Goreng

Udang Goreng

Ayam Goreng

Makan Siangku

Pak Mino

Mila

Menikmati

Advertisements

3 Responses to “Rumah Makan CUIK Rumbai”

  1. Adri Putra Chaniago Says:

    waw!!
    Kayaknya enak tu!
    hehehehee

  2. vera Says:

    Cuik, aku kangen……sekarang kami pindah ke Belanda udah 2 tahun……disini nggak ada Rumah Makan Cuik……..kangen……(vera)

  3. Asep Says:

    Salam.. Butuh kayu bakar gk pak ?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: