Oseng-oseng Mercon Bu Narti Yogyakarta

Menikmati Oseng-oseng Mercon Bu Narti

RM Bu Narti, Jln KH Ahmad Dahlan, Yogyakarta

Kamis, 16 september 2010, saya bersama dengan Indra, Renny, Ugiek, Hanifah, Yayak dan Sabrina makan malam di Warung Oseng-oseng mercon Bu Narti, Yogyakarta. Kami makan malam di warung makan ini karena ingin menikmati oseng-oseng mercon yang sudah terkenal sangat pedas rasanya.

Warung oseng-oseng mercon Bu Narti merupakan warung lesehan yang menjadi oseng-oseng mercon sebagai menu andalannya. Warung makan ini dirintis oleh Bu Kardi yang mulai berjualan tahun 1960-an di depan SMU Muhammadiyah putri Purwodiningratan. Waktu itu, Bu Kardi memperoleh pemberian daging yang dicoba dimasak menjadi oseng-oseng yang pedas dan dijual, ternyata laku. Bu Narti merupakan putrid Bu Kardi meneruskan berjualan di jalan KH Ahmad Dahlan, dari jam 5 sore sampai dengan jam 10 malam.

Melayani Pembeli

Saya bersama dengan Hanifah, Reny dan Ugiek berangkat dari Biologi UGM sehabis maghrib dan sampai di Warung Bu Narti jam 7 kurang seperempat. Indra Novian sudah menunggu di depan warung Bu Narti. Kami segera mencari tempat duduk, sayang di dalam warung sudah penuh sehingga kami memperoleh tempat duduk di dalam rumah. Segera kami memesan oseng-oseng mercon untuk kami berlima beserta dengan teh panas dan es jeruk. Tidak berapa lama kemudian pesanan kami datang.

Read the rest of this entry »

Advertisements

Menikmati Brongkos Warung Ijo Bu Padmo

Menikmati Brongkos Warung Ijo

Warung Ijo Bu Padmo – Pasar Tempel, bawah Jembatan Krasak , Tempel, Sleman

Senin 23 Maret 2009, saya berdua denga Yus makan siang di Brongkos Warung Ijo Bu Padmo Pasar Tempel. Warung Ijo Bu Padmo adalah spesialis penjual brongkos yang sudah melegenda di Jogja [khususnya bagian Utara]. Pak Bondan Jalan Sutra dan TransTV pun pernah menyempatkan meliput dan makan di warung ini.

Kami segera memesan nasi brongkos, yang terhidang tidak lama kemudian, seporsi nasi brongkos seperti gambar di bawah.

 

brongkosNasi Brongkos

Kami pun segera menikmati sepiring nasi plus brongkos, yang meskipun tampilannya sederhana namun menyimpan citarasa yang nyamleng tenan. Kenyamlengan brongkos Bu Padmo ternyata bukan sekedar kabar burung, dan kami pun beruntung merasakan langsung kenyamlengannya isang ini.

Konon, kenyamlengan brongkos Bu Padmo karena pemilihan daging dan keluaknya yang berkualitas tinggi dan cara memasaknya, dan tentu saja karena resep spesial yang sudah lama dipakai untuk memasak brongkosnya. Setelah selesai makan, kami membayar, berdua dengan nasi brongkos, teh panas manis dan beberapa cemilan habis 26 ribu, relatif murah untuk brongkos seenak yang kami nikmati.

Warung Ijo Bu Padmo, meskipun tempatnya nyempil di Pasar Tempel dan di bawah jembatan Krasak [sekitar 20 km dari Jogja arah Magelang, layak untuk dikunjungi karena citarasa brongkosnya yang nyamleng, harganya yang reasonable dan menmpunyai sejarah yang panjang dalam memanjakan lidah pecinta brongkos[by kom]

Referensi Mengenai Brongkos Bu Padmo:
1.  Brongkos Lezat Untuk Para Karnivora
2.  Brongkos Bu Padmo, Menggugah Selera
3. Cita Rasa Keluak