Ketika Gudeg dan Mangut bersatu di Sego ngGeneng mBah Marto

Ketika Gudeg dan Mangut bersatu di Sego ngGeneng mBah Marto

Sego ngGeneng, Dusun Nengahan, Panggung Harjo,
Sewon,  Bantul,
telpon 085292095550

Sabtu 26 Juni 2010, ketika sedang mencari belut dan kepiting di Pasar Sleman, saya ditelpon Mas Eka yang memberitahu kalau dia sekeluarga sudah menunggu kami di rumah. Mas Eka sekeluarga akan mengajak kami makan siang di Warung Sego ngGeneng mBah Marto. Awal tahun 2010, kami sudah datang ke warung ini, sayang belum beruntung menikmati sego nggeneng yang legendaris, tanggal 1 Januari 2010 kami kehabisan dan hari berikutnya tutup.

Warung Sego ngGeneng terletak di Dusun Nengahan, Panggung Harjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul telpon 085292095550. Lokasi ini relatif sulit untuk dicari karena terletak di dalam perkampungan. Dari arah kota Yogya kearah selatan mengikuti Jalan Parangtritis sampai dengan ketemu ISI Jogja dan kantor pos Sewon, kemudian belok ke kanan [barat] sampai ke dusun Nengahan. Warung makan ini dimiliki oleh mBah Martodiryo atau mBah Marto Gowok [80 tahun].

mBah Marto

Read the rest of this entry »

Lesehan di Gudeg Permata Bu Pujo

Lesehan di Gudeg Permata Bu Pudjo

Gudeg Permata Bu Pujo, Jln Gadjah Mada,   barat Bioskop Permata,
Yogyakarta

Sabtu, 3 April 2010, saya sekeluarga dan Mas Eka sekeluarga menikmati makan malam di Gudeg Permata Bu Pujo. Kami singgah untuk makan malam setelah mengantar mBak Tutik ke stasiun Tugu. Kami datang jam 20.40 sudah banyak yang antri, makin malam makin banyak pembeli yang datang. Kami memeproleh tempat duduk lesehan di pinggir jalan Gadjah Mada, dan langsung memesan minuman dan makanan.

Gudeg Permata Bu Pujo berokasi sebelah Barat Bioskop Permata, Jln gadjah Mada Yogyakarta. Warung gudeg ini mulai berjualan sejak 1951 dengan nama Gudeg Bu Pujo. Pelanggan awalnya merupakan penonton bioskop Permata, dan saat ini sudah beralih ke penggemar gudeg yang sering keluar malam hari. Saat ini Gudeg Bu Pujo dikelola oleh anak-anaknya semenjak Bu Pujo meninggal.

Warung Gudeg

Warung ini buka setiap hari kecuali hari minggu, sejak jam 21.00-01.00.  Jenis makanan yang tersedia gudeg basah dengan rasa gurih, tidak terlalu manis. Sambal kreceknya pedas. Ayamnya boleh memilih a.l kepala, sayap, gendhing, paha, ati ampela dan telur. Minumnya teh dan jeruk, panas dan es.

Sarapan Kepagian di Gudeg Cakar Bu Kasno Margoyudan

Sarapan Kepagian di Gudeg Cakar Bu Kasno Margoyudan

Gudeg Cakar Bu Kasno, Jln Wolter Monginsidi (depan GKJ Maryoyudan) Solo

Minggu 27 Desember 2009, saya terbangun sebelum Subuh. Kebetulan saya menginap di Hotel Asia yang tidak terlalu jauh dari gudeg cakar Bu Kasno Margoyudan, sehingga pagi-pagi sekali saya ingin menikmati sarapan di tempat itu. Saya pun kemudian turun ke lobby, dan berniat untuk memanggil taxi, sayang resepsionisnya sedang tertidur semua sehingga saya memutuskan untuk jalan kaki saja.

Baru beberapa langkah mengayun kaki di depan hotel, tiba-tiba ada tukang becak yang menawarkan jasanya untuk mengantar saya, kebetulan pikirku. Kemudian saya menanyakan berapa taripnya sampai gudeg cakar Bu Kasno, yang dijawab oleh tukang becak (Pak Parman) dengan “sumonggo”, terserah. Jadilah saya diantar dia ke Bu Kasno, yang tidak terlalu jauh naik becak namun cukup melelahkan kalau jalan kaki.

Bu Kasno

Gudeg Bu Kasno atau juga dikenal gudeg Margoyudan terletak di jalan Wolter Monginsidi depan GKJ Margoyudan. Bu Kasmorejo (Bu Kasno) – 65 tahun- berjualan gudeg sejak tahun 1970 bersama dengan karyawan yang masih kerabatnya. Gudeg ini terkenal karena menyajikan menu gudeg beserta dengan cakar (kaki bagian bawah) ayam dan memiliki waktu jualan yang tidak lazim (jam 01.30 sampai jam 7.00 pagi) Read the rest of this entry »

Menikmati Makan Siang di Gudeg Yogya Yu Djum

Menikmati Makan Siang di Gudeg Yogya Yu Djum

Gudeg Yogya Yu Djum, Jln Wijilan no 31, Yogyakarta

Jum’at 17 Juli 2009, saya memiliki kesempatan untuk makan siang [menjelang sore] di Gudeg Yu Djum. Sehabis menjemput istri saya di FKG UGM, kami berdua naik motor ke Jln Wijilan untuk makan siang dengan gudeg.  Dan kami memilih gudeg Yu Djum untuk tempat makan siang kami, karena gudeg Yu Djum merupakan salah satu legenda gudeg Wijilan.

100_5086 (Medium)Gudeg Yu Djum

Gudeg Yu Djum terletak di jalan Wijilan no 31. Gudeg Yu Djum ini berdiri pada tahun 1946, beberapa tahun setelah Gudeg Bu Slamet [gudeg pertama di Wijilan, 1942]. Waktu pertama kali berdiri, warung gudeg ini bernama Warung Gudeg Ibu Djuwariah.

Wijilan merupakan kampung gudeg Jogja, Gudeg Wijilan merupakan gudeg kering dengan rasa manis dan bercita rasa. Lauk pelengkapnya terdiri dari daging ayam kampung dan telur bebek dipindang yang kemudian direbus, rasa pedas merupakan paduan sayur tempe dan sambal krecek. Untuk mencapainya dari Malioboro tidak terlalu susah. Dari jalan Malioboro ke selatan, sampai ketemu alun-alun utara, kemudian belok kiri/ timur, dan menyusuri jalan Ibu Ruswo sampai ketemu plengkung Wijilan, kemudian belok ke selatan menyusuri jalan Wijilan.. Di dekat Plengkung Wijilan ada papan nama, bertuliskan Wijilan Kampung Gudeg, terbukti memang di sepanjang jalan Wijilan ini terdapat banhyak warung penjual gudeg, salah satunya yang cukup legendaris “Gudeg Yogya Yu Djum” ini. Read the rest of this entry »

Menikmati Makan Siang di bawah Iringan Musik di Gudeg Bu Hj Amad

Menikmati Makan Siang di bawah Iringan Musik Keroncong di Gudeg  Bu Hj Amad mBarek

Gudeg mBarek Bu Hj Amad, Utara Gedung Pusat UGM (Utara Selokan Mataram)
Karangasem CT II/ 05, Yogyakarta, Telpon 0274-520049

Senin, 18 Mei 2009, saya dan istri makan siang di Gudeg mBarek. Gudeg merupakan salah satu makanan khas Jogja, yang kelezatannya sudah terkenal dan merupakan makanan yang wajib dinikmati kalau berkunjung ke Jogja.

Gudeg mBarek merupakan salah satu ikon gudeg Jogja yang menyajikan gudeg kering, yaitu gudeg yang tidak berkuah, warna areh coklat, daging ayamnya berwarna coklat, terpisah dari areh yg bercampur tahu, sambal goreng berisikan tempe dan krecek kering tanpa kuah. Sedangkan gudeg yang lain yaitu gudeg basah yang antara lain disajikan oleh mbok Joyo di Malioboro, gudeg Permata dan gudeg Pawon.

Gudeg Bu AmadGudeg mBarek Bu Hj Amad

Gudeg mBarek dirintis oleh Bu Amad pada tahun 1950-an, di sebelah Utara Geografi UGM. Dan sejak tahun 1998 menempati tempat yang sekarang, sebuah rumah megah berlantai dua yang cukup apik, bersih dan tertata rapi, di mBarek sebelah utara Selokan Mataram.

Ibuke Afa dan Ibuke KeizaIbunya Afa dan Ibunya Keisha

Di Gudeg Bu Amad menu yang tersedia adalah gudeg, areh, ayam, krecek dan telor. Gudeg di rumah makan ini disajikan dalam bentuk paket nasi gudeg [tediri dari 15 paket] untuk di makan di tempat, untuk pesanan dan dibawa pulang disediakan paket nasi gudeg & nasi besek [terdiri dari 10 paket] dan gudeg kendil. Kalau dibawa pulang, gudeg kendil memiliki daya tahan selama 24 jam.
Read the rest of this entry »