Munas kampung-UGM di Pondok Sunda Senayan City

Munas kampung-UGM di Pondok Sunda Senayan City

Pondok Sunda Senayan City LG. 78, Jl. Asia Afrika Lot 19, Jakarta Selatan
Telp: 021-72781388

Selasa, 5 Mei 2009, saya bertemu dengan Mas Rovicky di lantai bawah JCC. Mas Rovicky merupakan kakak kelas saya di geologi dan mentor “virtual” di milis kampung-UGM. Saat itu saya baru selesai mengecek poster yang dipamerkan pada saat IPA conference yang ke-33, sedangkan Mas Rovicky sedang mengobrol dengan Mas Iswani dan Mas Henry Banjarnahor. Mas Rovicky kemudian menyuruh saya untuk mengadakan gathering milis kampung-UGM, lokasinya di Senayan City, waktunya Rabu malam. Saya kemudian minta tolong Intan untuk membuat undangan di milis kampung-UGM.

Rabu, 6 Mei 2009, saya, Afa dan Ibunya berangkat dari hotel Mulia jam 19.00. Awalnya saya tidak akan mengajak Afa karena dia kelihatan capek setelah seharian main-main ke Sea World dan Gelanggang Samudera, namun dia minta ikut dan ndak mau ditinggal di hotel dengan Ibunya. Kami kemudian naik taxi di depan hotel Mulia. Anung sudah sampai duluan, dan menunggu di lower ground Senayan City, Mas Rovicky juga sudah sampai, saya kemudian menginfokan posisi Anung ke Mas Rovicky.

Jam 19.30 kami bertiga sampai di Senayan City, perlu waktu 30-an menit untuk menempuh jarak Mulia-Senayan City yang hanya sekitar 1 km-an [termasuk nunggu taxi], padahal kalau sendirian jalan kaki cuma perlu waktu sekitar 15 menit. Anung dan Mas Rovicky sudah menunggu, dan kamipun kemudian mencari tempat untuk makan malam dan mengobrol.

Saya dan Mas Rovicky tidak mengetahui tempat makan yang enak [makanan dan suasananya], sehingga keputusan di serahkan ke Anung. Anung kemudian mengajak kami ke Pondok Sunda di LG. 78. Begitu masuk, kami langsung diminta untuk memilih lauk. Ada bermam-macam lauk dan sambal khas rumah makan Sunda yang disediakan rumah makan ini. Setelah memilih lauk untuk makan malam kami, kami kemudian mengambil tempat duduk di bagian belakang, yang rencanananya dipesan untuk 6 orang. Sambil menunggu pesanan makanan kami datang, kami berdiskusi ngalor ngidul. Salah satunya, Mas Rovicky menyarankan posisi kontrak ataupun permanen, yang paling penting adalah besarnya penghasilan pertahunnya kalau mau pindah pekerjaan. [Menurutku ini cocok untuk Mas Rovicky yang mempunyai reputasi yang sangat baik dan jaringan yang luas, sementara saya masih membangun reputasi itu]

Tidak berapa lama kemudian, pesanan makanan kami sudah tiba. Anung dan Mas Rovicky memilih lauk a.l tahu isi, empal, tempe bacem, ayam bakar dan mendoan. Sedangkan saya dan Ibunya Afa memesan ikan asin, tahu goreng, mendoan, ayam bakar usus goreng dan sate udang. Afa tidak kalah memesan sop buntut.

LaukLauk Anung dan Mas Rovicky

Read the rest of this entry »

Menikmati Nasi Pring di Bumbu Desa Sagan

Menikmati Nasi Pring di Bumbu Desa Sagan

Jum’at 27 Maret 2009, saya Afa dan Ibunya makan siang di Bumbu Desa Sagan. Sebelumnya kami bertiga juga pernah makan di Bumbu Desa Laswi Bandung, dan kami terkesan karena kenyamlengan masakan  dan suasananya yang enak, dan kali ini kami ingin menikmati masakan bumbu desa di kota kami sendiri.

Begitu datang, kami disambut oleh pelayan yang ramah yang memberi kami nomer meja, dan segera kami mengambil tempat duduk di raungan yang bersih, asri dan sangat nyaman untuk tempat makan. Kami kemudian memilih makanan setelah meletakkan barang bawaan kami di kursi. Pelayan di Bumbu Desa melayani kami dengan sangat ramah, dan proaktif melayani kami, sehingga membuat kami semakin nyaman di rumah makan ini.

100_3145Memilih Makanan

100_3141Melayani Pesanan

Kami memesan sup gurami, ayam goreng, udang goreng, tempe, sayur kangkung dan sayur genjer, minumannya kami memesan es pelangi. Menurut saya, ada yang unik dari Bumbu Desa Sagan ini, yaitu kehadiran nasi pring sagan yang kemudian saya pesan untuk makan siang. Dan tidak lupa kami juga mengambil lalapan dan sambal.

100_3130Nasi Pring Sagan

Read the rest of this entry »

Menikmati Makan Siang di RM Sindang Reret – Lembang

Menikmati Makan Siang RM Sindang Reret – Lembang

Sindang Reret II Jl. Raya Cikole Km 22 – Lembang

RM Sindang Reret menyajikan makanan tradisional Sunda, pertama kali buka di Ciwidey 35 tahun yang lalu, kemudian membuka cabang di Lembang dan Surapati, satu cabang lagi di Jakarta. Sindang artinya datang dan Reret artinya melirik, jadi yang datang diharapkan melirik [lalu membeli dan menikmati makanan yang ada].

ayam-gorengAyam Goreng

Read the rest of this entry »

Menikmati Sup Gurami di Bumbu Desa Laswi

Menikmati Sup Gurami di Bumbu Desa Laswi

Tanggal 28 Agustus kami beruntung menikmati makan malam di Bumbu Desa di jalan Laswi Bandung. Berempat, saya, Ibunya Afa, Afa dan Mas Murdoko naik taxi dari Hyatt Regency menuju kedai Bumbu Desa. Kami makan di tempat ini karena rekomendasi dari Pak Henry Biantoro, rekan milis aglonema. Kami berangkat dari hotel jam 7 malam, dan sampai tak lama kemudian, karena ternyata lokasi Bumbu Desa Laswi tidak terlu jauh dari hotel.

Bumbu Desa merupakan perpaduan klasik dan modern, yang menyajikan aneka makanan bercita rasa khas dengan cara prasmanan. Dan Bumbu Desa Laswi merupakan rumah makan-nya yang pertama. Sesampai di di tempat ini kami segera memesan makanan untuk menu makan malam kami. Sup gurami kami pesan satu porsi untuk empat orang, sayur leunca dan jamur kuping, sayur asem, ayam bumbu desa, mendoan, mujair goreng dan tahu goreng merupakan pesanan kami yang lain, dan tentu saja dengan nasi sebakul. Sedangkan minumannya kami pesan es cincao.

sup guramiSup Gurami

ayam bumbu desaAyam Bumbu Desa

mujairMujair Goreng

mendoan1Mendoan Goreng

leuncaSayur Leunca dan Jamur Kuping

cincaoEs Cincao

Setelah makanan datang, kami segera menikmati hidangannya, sambil ngobrol dengan Mas Murdoko. Citarasa makanan di restoran ini memang sangat istimewa, terutama sup ikan guraminya. Sebagai orang Jogja, biasanya kami kurang menyukai masakan ikan karena amis, dan lebih menyukai ayam dan daging. Namun malam itu, di Bumbu Desa Laswi, kami benar-benar menikmati sup ikan guraminya, yang memang istimewa.

makanAfa dan Ibunya menikmati makanan

Jam setengah sembilanan, kami pulang kembali ke hotel, setelah membayar makanan yang kami makan. Harga makanannya ternyata relatif tidak mahal. Dengan citarasa makanan yang disajikannya, rasanya rugi kalau datang ke Bandung tidak menikmati santap makan di Bumbu Desa ini. Dan menurut Ibunya Afa, dari beberapa rumah makan yang kami singgahi selama di Bandung, Bumbu Desa menempati peringkat teratas, enaknya.
Untuk lebih jauh mengenal Kedai Bumbu Desa ini, anda bisa mengunjungi webnya di http://www.bumbudesa.com/

Sambara Resto: Reuni di sela-sela PIT IAGI

Sambara Resto: Reuni di sela-sela PIT IAGI

Tanggal 27 Agustus 2008 saya beruntung datang ke reuni alumni Geologi UGM di Sambara Resto jln Trunojoyo Bandung. Mengenai resto sajian sunda ini bisa dilihat di www.sajiansambara.com . Saya datang bersama istri dan Afa sekitar jam setengah 8, stlh dari Bandung International Hospital Santosa, memeriksakan Afa yang malam sebelumnya jatuh di bath up dan bagian kepalanya terantuk pinggiran bath up.

Pada saat saya datang, sudah hadir belasan alumni geologi UGM dari angkatan 70-an yg dimotori Pak Dhe Basuki, Pak Dhe Suryadi Amru, Pak Surono, Mas Ipranta dsb dengan bintang tamu Pak Sriyono. Rata2 yg hadir para alumni angkatan angkatan 70-an dan awal 80-an, generasi muda diwakili oleh Ari Sigit 93.

Saya dan Pak Dhe Basuki

Read the rest of this entry »