Hangatnya Semangkok Ronde Jago Salatiga

Hangatnya Semangkok Ronde Jago Salatiga

Ronde Jago , Jl. Jederal Sudirman No. 9 (Pasar Raya 2),
Salatiga Telp. 0298-321813

Warung Ronde Jago terletak di . Jederal Sudirman No. 9 (Pasar Raya 2), Salatiga, tepat di belakang pasar Salatiga. Dari jalan Jenderal Sudirman masuk ke gang kecil di antara Sate Suruh dan Polsek. Dulu warung ini berada di Pinggir jalan dan kemudian pemiliknya memindahkan kedalam. Warung ronde ini dinamakan warung ronde Jago karena pada jaman dulu, warung ini berjualan bersamaan dengan distributor Jamu Jago, sehingga akhirnya dikenal dengan warung ronde Jago.
Warung Ronde Jago mulai berjualan pada tahun 1964, dan sempat berhenti beberapa tahun karena situasi politik dan keamanan Indonesia yang kurang stabil waktu itu. Pada tahun 1968, warung ronde ini kembali berjualan kembali sampai sekarang. Saat ini dikelola oleh Pask Joni dan Bu Ivon sebagai pemilik warung.

Ketika kami datang, sudah ada pembeli lain yang sedang menikmati wedang ronde. Kami pun segera memesan makanan dan minuman kami masing-masing. Saya dan Ibunya Afa memesanwedang ronde komplit, sedangkan untuk makannya saya dan Afa memesan mie kopyok dan Ibunya Afa memesan batagor.

Melayani Pembeli

Tidak lama kemudian pegawai warung menyiapkan wedang ronde pesanan kami. Mula-mula dia memasukkan bahan-bahan wedang ronde  yaitu kolang-kaling, kacang, ronde, irisan jeruk kering, irisan manisan tangkeh kering, agar-agar dan sagu mutiara ke dalam cangkir kecil. Bahan-bahan itu kemudian dimasukkan kedalam mangkuk kecil dan kemudian dituangi air jahe panas dan ditaburi rumput laut. Cara meracik wedang ronde dan isi didalamnya merupakan salah satu kekhasan wedang ronde jago yang belum pernah saya jumpai sebelumnya. Beraneka ragam isi minuman ini yang mengakibatkan ronde jago memiliki rasa yang kaya dan citarasa yang special.

Read the rest of this entry »

Batagor Kingsley Bandung

Batagor Kingsley Bandung

Batagor Kingsley
Jl. Veteran No. 25, Bandung
Telp: 022-4207104

Minggu, 10 Oktober 2010, saya bersama dengan Budi, Mas Adunk dan adiknya makan malam di Batagor Kingsley jalan Veteran Bandung . Kami makan malam di rumah makan karena ingin menikmati batagor dan siomay Kingsley yang sudah terkenal kelezatannya. Kebetulan saya sedang kuliah di ITB sehingga meluangkan waktu untuk menikmati kelezatan batagor dan siomaynya.

Warung Batagor Kingsley

Read the rest of this entry »

Menikmati Lomie Imam Bonjol Bandung

Menikmati Lomie Imam Bonjol Bandung

LOMIE & BAKMIE IMAM BONJOl
Jl. Imam Bonjol no. 9. Bandung Ph : 0812.205.3784

Minggu 21 Maret 2010, saya bersama dengan teman-teman Magister Petroleum Geoscience ITB – Chevron makan siang di Lomie dan Bakmie Imam Bonjol Bandung. Mas Erwin yang mengajak kami, karena beliau sudah beberapa kali menikmati kelezatan lomie Imam Bonjol ini. Saya sendiri belum pernah makan lomie dan penasaran dengan kelezatan yang diceritakan Mas Erwin.

Jam 11.30 sehabis kuliah Analisa Cekungan, kami berempat belas berangkat dari kampus ITB menggunakan 3 buah mobil. Lokasi rumah makan Lomie dan Bakmie Imam Bonjol di jalan Jl. Imam Bonjol no. 9. Bandung Ph : 0812.205.3784 tidak begitu jauh dari kampus ITB, sehingga kami tidak memerlukan waktu lama di perjalanan. Sekitar jam 12.00 kami sudah sampai, bertepatan dengan waktu makan siang sehingga rumah makan sangat ramai dengan pengunjung. Beruntung kami masih memperoleh tempat duduk di bagian dalam. Kami kemudian memesan lomie untuk makan siang, kecuali Amin yang memesan Yamin.

Lomie Imam Bonjol

Rumah makan Lomie dan Bakmie Imam Bonjol ini dirintis oleh Pak Ngatimin dengan berjualan lomie di pinggir jalan Imam Bonjol. Kemudian beliau ditawari oleh salah satu pemilik rumah untuk berjualan di dalam pekarangan. Semenjak berjualan di pekarangan ini usaha Pak Ngadimin berkembang dengan pesat dan menarik pedagang makan lain untuk bergabung berjualan di tempat ini. Saat ini tempat makan ini dikelola oleh Pak Sukirno, adik Pak Ngatimin, dengan 11 orang karyawan. Di samping lomie dan bakmi, di sini juga tersedia baso tahu, pempek, batagor, ayam tulang lunak, es oyen, lotek, dan karedok. Read the rest of this entry »