Menikmati Teh Poci dan Brongkos di Angkringan Lek Min

Menikmati Teh Poci dan Brongkos di Angkringan Lek Min


Minggu 28 Februari 2010, saya janjian dengan sahabat saya Indra Novian untuk makan makan malam di oseng-oseng mercon Jln KH Dahlan Jogja. Kami janjian untuk ketemu di sebelah utara Kauman Jogja, tidak jauh dari RSU PKU Muhammadiyah. Sekitar jam setengah tujuh saya sudah sampai di tempat janjian dan Indra menyusul tidak lama kemudian. Berdua kami kemudian menuju tempat penjual oseng-oseng mercon, sayang ketika kami sampai ternyata warungnya tutup, tidak buka, mungkin karena hari minggu. Saya kemudian mengajak Indra untuk pindah ke warung sate Pak Amat di alun-alun utara, namun di tengah jalan Indra mengajak untuk pindah ke angkringan Lek Min di dekat SMKI untuk menikmati brongkos.

Kami kemudian memutar arah menuju pojok beteng Kulon dan menyusuri jalan Bantul, kemudian ketemu dengan traffic light dan belok ke kanan [Barat] sampai ketemu Kali Winongo. Angkringan Lek Min terletak persis di sebelah barat kali Winongo. Angkringan ini berbeda dari angkringan biasanya, karena berupa bangungan permanen berbentuk rumah panggung dan merupakan salah satu pioneer angkringan di Jogja dan menjadi langgan para seniman Jogja. Sekarang pengelolaan angkringan ini dipegang oleh putra Lek Min, dan Lek Min sendiri membuka angkringan di dekat depan SMKI.

Teh Poci

Read the rest of this entry »

Menikmati Brongkos Warung Ijo Bu Padmo

Menikmati Brongkos Warung Ijo

Warung Ijo Bu Padmo – Pasar Tempel, bawah Jembatan Krasak , Tempel, Sleman

Senin 23 Maret 2009, saya berdua denga Yus makan siang di Brongkos Warung Ijo Bu Padmo Pasar Tempel. Warung Ijo Bu Padmo adalah spesialis penjual brongkos yang sudah melegenda di Jogja [khususnya bagian Utara]. Pak Bondan Jalan Sutra dan TransTV pun pernah menyempatkan meliput dan makan di warung ini.

Kami segera memesan nasi brongkos, yang terhidang tidak lama kemudian, seporsi nasi brongkos seperti gambar di bawah.

 

brongkosNasi Brongkos

Kami pun segera menikmati sepiring nasi plus brongkos, yang meskipun tampilannya sederhana namun menyimpan citarasa yang nyamleng tenan. Kenyamlengan brongkos Bu Padmo ternyata bukan sekedar kabar burung, dan kami pun beruntung merasakan langsung kenyamlengannya isang ini.

Konon, kenyamlengan brongkos Bu Padmo karena pemilihan daging dan keluaknya yang berkualitas tinggi dan cara memasaknya, dan tentu saja karena resep spesial yang sudah lama dipakai untuk memasak brongkosnya. Setelah selesai makan, kami membayar, berdua dengan nasi brongkos, teh panas manis dan beberapa cemilan habis 26 ribu, relatif murah untuk brongkos seenak yang kami nikmati.

Warung Ijo Bu Padmo, meskipun tempatnya nyempil di Pasar Tempel dan di bawah jembatan Krasak [sekitar 20 km dari Jogja arah Magelang, layak untuk dikunjungi karena citarasa brongkosnya yang nyamleng, harganya yang reasonable dan menmpunyai sejarah yang panjang dalam memanjakan lidah pecinta brongkos[by kom]

Referensi Mengenai Brongkos Bu Padmo:
1.  Brongkos Lezat Untuk Para Karnivora
2.  Brongkos Bu Padmo, Menggugah Selera
3. Cita Rasa Keluak