Secangkir kopi Toraja dan Dangke di Erotic Mountain

Secangkir kopi Toraja dan Dangke di Erotic Mountain

Secangkir Kopi

Dangke Read the rest of this entry »

Advertisements

Secangkir Kopi dan Roti Bakar KimTeng

Secangkir Kopi dan Roti Bakar KimTeng

roti bakar

24 Oktober 2009, kami berempat – saya, Hery, Yayak dan Wildan- sarapan pagi di Kedai Kopi Kimteng yang terletak di dekat Pasar Bawah Pekanbaru. Kami berangkat dari DBQ 201 Rumbai jam 8 pagi, dan tidak lama kemudian sampai di Kimteng. Ketika kami datang, pas jadualnya sarapan pagi sehingga kedai Kimteng dipenuhi oleh pelanggan yang akan menikmati sarapan ditemani secangkir kopi. Kami pun kemudian masuk kedalam kedai dengan dipandu oleh pramusaji yang menunjukkan meja yang kosong.

Kedai kopi Kimteng merupakan salah satu legenda kedai kopi di Kota Pekanbaru. Kedai kopi ini dirintis oleh Tan Kim Teng pada tahun 1956, dan sejak tahun 2000 di kelola oleh Mulyadi Tenggana yang merupakan cucu dari Tan Kim Teng. Sedangkan Tan Kim Teng sendiri merupakan salah satu pejuang kemerdekaan RI yang konon berjasa memasok senjata dari Singapura. Pada awalnya kedai ini bernama Kedai Kopi Segar yang terletak di Jln Muhammad Yatin Pasar Bawah, setelah beberapa kali pindah tenpat akhirnya menetap di tempat yang sekarang dan membuka lain di Mall SKA, Mall Senapelan, Mall Ciputra dan Pustaka Soeman HS.

kimteng papanKedai Kopi Kim Teng

Menu andalan kedai ini adalah kopi dan roti. Untuk bahan baku bubuk kopi didatangkan bubuk kopi berkualitas tinggi dari Solok, sedangkan rotinya dibuat oleh Wolter Monginsidi Bakaery sejak tahun 1970 dan selai srikaya dibuat sendiri oleh kedai ini.

Meskipun memiliki menu andalan kopi dan roti, di kedai Kimteng Senapelan juga tersedia makanan yang lain seperti dim sum, mie ayam dan lontong sayur. Makanan ini disediakan oleh pedagang yang menyewa tempat dan ikutan berdagang di kedai ini. Sebuah simbiosis mutualisma yang saling menguntung, pemilik kedai kimteng mendapat sewa dari pedagang lain dan pedagang itu memperoleh tempat jualan di kedai yang sangat ramai.  Read the rest of this entry »