Udang Galah Mang Engking Soragan, Yogyakarta

Udang Galah Mang Engking Soragan, Yogyakarta

Rabu, 7 September 2011, saya makan siang di Mang Engking Soragan Castle bersama dengan beberapa orang teman Kagama Virtual KV. Makan siang ini dalam rangka Kopdar menyambut kehadiran Mas Dike Fitriansyah Putra yang bekerja di Qatar Petroleum dan sedang mudik ke rumah keluarganya di Ganti Warno, Klaten. Sudah menjadi kebiasaan bagi teman-teman KV kalau ada teman yang jauh dan biasanya berkomunikasi melalui dunia maya (milis dan facebook) datang ke suatu daerah maka akan dilakukan acara kopdar.

Soragan Castle

Udang Bakar Madu

Read the rest of this entry »

Advertisements

Merayakan Ulang Tahun di Gubug Mang Engking

Merayakan Ulang Tahun di Gubug Mang Engking

Gubug Makan Mang Engking, Jamur, Sendangrejo, Minggir, Sleman,
Flexi: 0274-7489732, HP: 085868020045

Minggu, 17 Mei 2009, saya dan Mas Eko sekeluarga makan siang di Mang Engking. Kami dalam perjalanan pulang setelah mengantarkan rombongan keluarga melakukan lamaran di Purworejo. Kebetulan hari ini bertepatan dengan ulang tahunku, dan saya ingin mengajak keluarga makan siang di Gubug Mang Engking.

Papan Nama Mang Engking

Warung makan Gubug Mang Engking adalah rumah makan yang sangat terkenal sebagai spesialis masakan udang galah di Yogyakarta. Rumah makan ini terletak di Jamur, Sendangrejo, Minggir, Sleman, didirikan oleh Bapak Engking Sholikhin dengan menu andalan berupa udang bakar madu.

Mang Engking dan istri

Sebagai menu andalan, sekilo udang bakar madu disajikan dalam 8 tusuk sate udang yang masing-masing terdiri dari 5 ekor udang. Sedangkan menu udang yang lain adalah udang goreng, asam manis, saos tiram dan udang rebus, yang dibagi dalam ukuran udang super [sekilo terdiri dari 12 ekor] dan udang udang standart [sekilo terdiri dari 30 ekor].
Read the rest of this entry »

Menikmati Udang Galah di Siak Sri Indrapura

Menikmati Udang Galah di Siak Sri Indrapura

Kamis, 1 Mei 2008. Saya sekeluarga dan beberapa orang teman (Purbo dan Warih) mengisi liburan dengan mengunjungi Istana Siak. Kami berangkat dari Minas menggunakan mobil kijang yang disopiri Eyangnya Afa. Kebetulan Afa, Ibunya dan Eyangnya Afa sedang berlibur di Minas, dan kami memanfafatkan kesempatan ini untuk mengajak mereka mengnjungi istana Siak.

Setelah menempuh perjalanan panjang dari Minas melalui Perawang, akhirnya kami sampai di Siak. Ternyata jembatan baru yang melintasi Sungai Siak sudah selesai dibangun, diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan dinamai Tengku Agung Sultanah Latifah. Sesampai di Siak, kami segera menuju Masjid untuk sholat dhuhur, dan kemudian mencari makan siang.

Kami mencari makan siang di dekat istana Siak, yang terdapat banyak warung-warung makan yang menyajikan Udang Galah Goreng yang merupakan salah satu ikon makanan khas Siak. Udang galah (Macrobrachium rosenbergii) adalah jenis udang air tawar berukuran cukup besar dan rasa yang bisa bersaing dengan jenis udang lainnya. Udang galah merupakan salah satu jenis udang air tawar yang dapat ditemukan di hampir semua sungai dan perairan tawar di Indonesia. Waktu pertama kali ke Siak, saya sempat menikmati kenyamlengan udang galah goreng, dan kali ini pn saya ingin mengajak keluarga saya untuk ikut merasakannya.

Kami kemudian memilih salah satu warung yang menyediakan menu udang galah goreng, dan memesan udang galah untuk menjadi lauk utama makan siang kami. Tidak berapa lama kemudian, pesanan kami datang, dan seegra kami menikmatinya.

menikmatiEyangnya Afa

Afa dan Eyangnya juga ikut menikmati udang galah goreng yang disajikan. Udang galah yang kami makan, berukuran cukup besar, digoreng kering dan rasanya nyamleng. Cocok untuk menjadi lauk makan siang.

menikmatiAfa makan udang galah
Read the rest of this entry »